SELAMAT DATANG DI WEB SITE PT. ANTAKO WISENA
Pencarian This Site The Web
  
Banner
Penemu Asap Cair “Pengharum”

M Solichin,

Penemu Asap Cair “Pengharum”

PALEMBANG – Kalau saja M Solichin ”berani” membedah kodok dan ikan saat melakukan praktikum di SMA dulu, mungkin saat ini dia sudah berseragam putih dan memegang jarum suntik yang diarahkan ke pasiennya. Sebab, sejak kecil lelaki kelahiran Surakarta, 25 Desember 1952, ini sebenarnya memang bercita-cita menjadi dokter.

oleh
MUHAMAD NASIR

Namun, ketakutannya membedah kodok itu kini justru berbuah manis. Sekalipun tidak menjadi dokter ia kini adalah seorang penemu deodorant rubber (pengharum karet) berupa asap cair, yang disingkat deorub liguid smoke.

Bahan dasar produk ini
diambil dari limbah
cangkang (tempurung) kela-
pa sawit. Tapi Anda jangan
membayangkan temuannya
itu lalu dapat membuat
aroma di sekitar pabrik
berubah menjadi harum.

Bahan dasar produk ini diambil dari limbah cangkang (tempurung) kelapa sawit. Tapi Anda jangan membayangkan temuannya itu lalu dapat membuat aroma di sekitar pabrik berubah menjadi harum.

Aroma temuannya itu sendiri memang tidak mengeluarkan aroma harum, melainkan mengubah bau busuk menjadi netral, bahkan tidak sera tus persen dapat menghilangkan bau.

Atas temuannya itu, beberapa penghargaan diraihnya. Penghargaan sebagai Peneliti Teladan Berprestasi Tahun 2004 diperolehnya dari Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia. Selain itu ia juga memperoleh piagam peng- hargaan untuk Teknologi Industri Kreasi Indonesia 2004 dari Menperindag, dan tahun 2006 mendapat anuegrah Riset Industri yang diberikan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersamaan de-ngan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

“Pokoknya kalau ditanya apa cita-cita saya, ya sejak duduk di SDN 83, SMP Negeri 1, dan SMA Negeri 1 yang semuanya di Surakarta, maunya jadi dokter,” ujar Solichin ketika ditemui SH di kediamannya, Perumahan Bukit Sejahtera Blok D, No 3, Palembang.

Memang diakuinya, saatduduk di SMA dia terpilih masuk juman TPA. Nah, saat pelajaran kimia ataupun fisika, tidak ada masalah. ”Tetapi ketika tiba di pelajaran biologi, saat melakukan praktikum di laborium untuk mempelajari anatomi mahluk hidup, saya jadi bergidik. Terlebih ketika ditugaskan membawa kodok dan ikan. Lalu tubuh hewan itu dibongkar-bongkar,” tambahnya.

Makanya, ketika lulus SMA dan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, suami Nikamtul Barokah yang kini telah dianugerahi tiga putri salah seorang di antaranya, Istinganah Noviana, meneruskan cita-citanya sebagai dokter ini pun menuliskan teknik sipil sebagai pilihan utama, lalu teknik kimia sebagai alternatif, dan teknologi pertanian sebagai pilihan terakhir.

Mungkin memang garis tangan yang menggiringnya menjadi peneliti yang akhirnya berhasil menemukan deodorantrubber asap cair, disingkat deorub liguid smoke. Di Universitas Gadjah Mada (UGM), ternyata tahun 1972 Solichin diterima untuk pilihan terakhir, teknologi pertanian, yang lalu diselesaikannya tahun 1979.

Sejak itulah, dia pun akrab dengan dunia teknolo- gi pertanian. Khusus untuk karet, memang sejak di bangku kuliah dia telah begitu akrab dengan komoditas ini. Saat penelitian untuk gelar sarjana muda dia meneliti tentang karet. Lalu, saat menyusun skripsi pun dia memilih tema perencanaan pabrik karet dengan pembimbingnya, Prof Kamariyanto.

Awalnya Iseng-iseng
Setamat kuliah, Solichin iseng-iseng ke Jakarta dan dia dapat informasi Malaysia membutuhkan tenaga muda di bidang perkaretan. Diapun bergabung sebagai Staf Peneliti dan Pengembangan di Lembaga Tabung Getah Sabah, Kota Kinabalu,Sabah, Malaysia sejak 1980hingga 1987.

“Saya tiga kali kontrak. Baru setelah itu menjadi Staf Peneliti Teknologi Pengolahan Hasil di Pusat Penelitian Karet-Balai Penelitian Sembawa, Palembang sejak tahun 1988 hingga sekarang,” ceritanya.

Solichin meneliti asap cair yang bisa menghilangkan bau karet yang menusuk hidung bukan dalam waktu singkat. Penelitian panjang dilakukannya sejak 1999. Dan hasil penelitian itu bisa diaplikasi- kan berkat respons dari peng-guna, pengusaha karet yang mendukung upaya menghilangkan bau karet, yakni Noerdy Tedjaputra, Direktur PT Badja Baru yang mem-

berikan dukungan penuh. Pihaknya mendirikan pabrik penghasil deorub pertama di Indonesia, di bawah bendera PT Global Deorub Industry. Dan, deorub liguid smoke telah dipatenkan untuk digunakan dalam industri pengolahan karet alam, yaitu karet remah (crum rubber), sit asap (ribbed smoked sheet/RSS), dan karet blok skim (block skim rubber).

Penghilang Bau
Bau busuk bokar (bahan olah karet) petani sudah terjadi sejak dari kebun petani sampai di pabrik karet remah. Bau busuk di pabrik karet remah terutama berasal dari tempat penyimpanan bokar, kamar gantung angin (pre drying room), dan mesin pengering (dryer).

Bau busuk tersebut bersumber dari penguraian protein yang terdapat di dalam bokar oleh bakteri pembusuk menjadi amonia dan sulfida. Selain menimbulkan bau busuk, ternyata protein tersebut juga berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi molekul karet dari oksidasi, sehingga kerusakan protein akan merendahkan nilai plastisitas (PRI) karet. Terurainya protein menjadi asam-asam amino juga akan menambah konsentrasi amonia nitrogen(NH3-N) dalam limbah cairnya, sehingga dapat meningkatkan pencemaran di tempat pembuangan (sungai).

Untuk mengatasi masalah bau busuk dan mutu karet tersebut, Balai Penelitian Karet Sembawa di Palembang telah bekerja sama dengan PT Badja Baru Palembang untuk menemu- kan dan mengaplikasikan asap cair di dalam pengolahan karet remah, sit asap (RSS), dan karet blok skim.

Bahan asap cair ini diberi nama “deorub”. Deorub dihasilkan melalui clean tech nology process (CTP) dan clean development mechanism (CDM). Caranya yaitu dengan menggunakan limbah cangkang (tempurung) sawit, yang diproses secara pirolisis dengan menggunakan suhu 300-400 derajat celcius selama + 8 jam dalam reaktor tertutup, kemudian asap yang terjadi didinginkan dengan air sampai terjadi cairan berwarna cokelat, tanpa penambahan bahan kimia sedikitpun.

Dalam pengolahan deorub ini tidak ada limbah yang dihasilkan (zero waste) karena air yang digunakan untuk pendinginan disirku- lasikan kembali dan produk samping berupa arang dan tar dapat dimanfaatkan untuk arang aktif dan pengawet kayu. •

 

PT. Antako Wisena

Komplek Puridemang Raya,
Blok F-18, Palembang
Sumatra Selatan, 30137
Indonesia

Telp. +62-711-701-3827
+62-711-888-9088
+62-811-714327
Fax. +62-711-379-226

Yahoo Massenger