SELAMAT DATANG DI WEB SITE PT. ANTAKO WISENA
Pencarian This Site The Web
  
Banner
Rekomendasi Deorub di Jambi
Jambi, 30/10 (Antara/FINROLL News)  –  Para petani karet di
Provinsi Jambi, diarahkan menggunakan Deorub K, formula
pembeku latek (getah karet), pengganti asam semut (cuka)
untuk mencegah bau, sekaligus meningkatkan penghasilan
para petani.
Dalam upaya men ingkatkan penghasilan petani karet, Pemprov
Jambi sejak beberapa tahun lalu melakukan peremajaan pohon
karet tua rakyat dan kini mengarahkan petani untuk
memanfaatkan Deorub K, kata Staf Ahli Gubernur Jambi
bidang Hukum dan Politik, Jazid Idris, di Jambi,  Jumat.
Rencana penggunaan bahan pembeku latek itu
disampaikannya di Jambi, Jumat, setelah melakukan
pertemuan dengan penemu formula Deorub, Solikhin, dan
perusahaan yang memproduksi bahan tersebut serta para
kepala dinas perkebunan, baik provinsi maupun
kabupaten/kota.
Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah penghasil karet
yang cukup besar yang kebunnya tersebar di Kabupaten
Merangin, Bungo, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Muarojambi
dan Tanjung Jabung Barat.
Jazid mengaku saat menjabat Staf Ahli bi dang Ekonomi dan
Keuangan merintis penggunaan bahan tersebut yang didapat
dari dunia maya (internet) dan langsung menemui penemu
formula Deorub K, Solikhin yang merupakan peneliti di Balai
Penelitian Sembawa – Pusat Penelitian Karet.
Dari pertemuannya deng an Solikhin dan setelah mendapat
berbagai masukan dari sejumlah pihak, saat itu langsung
disepakati untuk melakukan sosialisasi produk tersebut ke
Jambi.
Deolub merupakan produk yang sangat bermanfaat bagi petani
karet sebagai bahan pembeku, dan kelebiha nnya dapat
mencegah dan menghilangkan bau busuk yang selama ini
sering dihasilkan karet, sehingga lingkungan pabrik juga
menjadi bau dan mengganggu masyarakat sekitarnya.
Disamping itu, Deolub juga bisa mempercepat proses
penegeringan karet, sehingga bis a meningkatkan harga jual
karet, keuntungan lain bagi pabrik pengolah karet, lingkungan
pabrik tidak bau dan menghemat biaya transportasi, karena
karet yang diangkut kadar airnya lebih rendah.
“Kalau selama ini kadar karet keringnya hanya 50 persen,
sete lah menggunakan Deorub bisa mencapai 60 persen
bahkan lebih,” katanya.
Oleh karena itu, Jazid Idris telah meminta persetujuan
Gubernur Jambi untuk menganggarkan dana pada APBD 2010,
guna pengadaan produk ini bekerja sama dengan tujuh
kabupaten yang memil iki potensi penghasil karet.
Masing – masing kabupaten/kota diharapkan bisa membeli 20
ton, sehingga jika ditambah Pemprov bisa dibeli 160 ton, bahan
ini nantinya diberikan kepada masyarakat sebagai bahan
perkenalan dan percobaan bagi petani.
Diharapkan  ke depan para petani bisa menghasilkan karet
yang bersih, sehingga kualitas karet akan lebih baik dan harga
jualnya akan lebih tinggi. Petani juga bisa menggunakan bahan
pembeku karet yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya
seperti cuka getah.
Berdasar kan keterangan Gapkindo, menurut dia, selama ini
daya saing karet Indonesia di luar negeri bukan karena
kualitasnya, tapi harganya yang lebih murah dari karet yang
dihasilkan negara lain, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand
yang saat ini juga telah men ggunakan bahan pembeku serupa.
Deorub diproduksi dari cangang buah sawit dan merupakan
formulasi asap cair dan asam – asam organik yang mengandung
senyawa fenol, yang dapat mencegah dan mematikan
pertumbuhan bakteri, serta berfugsi sebagai antioksidan.
U ntuk memperoleh larutan deorub dilakukan pencampuran
deorub satu bagian dengan air 19 bagian, sedangkan harganya
lebih murah jika dibandingkan dengan harga cuka getah, per
liternya hanya Rp12.000 atau setengah dari harga cuka getah.
Deorub merupakan hasi l temuan asli putra Indonesia, dan saat
ini telah dipatenkan, baik di dalam maupun luar negeri, dan
beberapa negara telah menggunakan bahan ini seperti
Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Sedangkan di dalam negeri telah digunakan di Sumatra
Selatan dan Kalimantan Selatan, temuan ini juga telah
mendapat pengakuan, sehingga Solikhin sebagai penemu
menerima berb agai penghargaan.

Jambi, 30/10 (Antara/FINROLL News)  –  Para petani karet di Provinsi Jambi, diarahkan menggunakan Deorub K, formula pembeku latek (getah karet), pengganti asam semut (cuka) untuk mencegah bau, sekaligus meningkatkan penghasilan para petani.

Dalam upaya men ingkatkan penghasilan petani karet, Pemprov Jambi sejak beberapa tahun lalu melakukan peremajaan pohon karet tua rakyat dan kini mengarahkan petani untuk memanfaatkan Deorub K, kata Staf Ahli Gubernur Jambi bidang Hukum dan Politik, Jazid Idris, di Jambi,  Jumat.

Rencana penggunaan bahan pembeku latek itu disampaikannya di Jambi, Jumat, setelah melakukan pertemuan dengan penemu formula Deorub, Solikhin, dan perusahaan yang memproduksi bahan tersebut serta para kepala dinas perkebunan, baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Provinsi Jambi merupakan salah satu daerah penghasil karet yang cukup besar yang kebunnya tersebar di Kabupaten Merangin, Bungo, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Muarojambi dan Tanjung Jabung Barat.

Jazid mengaku saat menjabat Staf Ahli bi dang Ekonomi dan Keuangan merintis penggunaan bahan tersebut yang didapat dari dunia maya (internet) dan langsung menemui penemu formula Deorub K, Solikhin yang merupakan peneliti di Balai Penelitian Sembawa – Pusat Penelitian Karet.

Dari pertemuannya deng an Solikhin dan setelah mendapat berbagai masukan dari sejumlah pihak, saat itu langsung disepakati untuk melakukan sosialisasi produk tersebut ke Jambi.

Deolub merupakan produk yang sangat bermanfaat bagi petani karet sebagai bahan pembeku, dan kelebiha nnya dapat mencegah dan menghilangkan bau busuk yang selama ini sering dihasilkan karet, sehingga lingkungan pabrik juga menjadi bau dan mengganggu masyarakat sekitarnya.

Disamping itu, Deolub juga bisa mempercepat proses penegeringan karet, sehingga bis a meningkatkan harga jual karet, keuntungan lain bagi pabrik pengolah karet, lingkungan pabrik tidak bau dan menghemat biaya transportasi, karena karet yang diangkut kadar airnya lebih rendah.

“Kalau selama ini kadar karet keringnya hanya 50 persen, sete lah menggunakan Deorub bisa mencapai 60 persen bahkan lebih,” katanya.

Oleh karena itu, Jazid Idris telah meminta persetujuan Gubernur Jambi untuk menganggarkan dana pada APBD 2010, guna pengadaan produk ini bekerja sama dengan tujuh kabupaten yang memil iki potensi penghasil karet.

Masing – masing kabupaten/kota diharapkan bisa membeli 20 ton, sehingga jika ditambah Pemprov bisa dibeli 160 ton, bahan ini nantinya diberikan kepada masyarakat sebagai bahan perkenalan dan percobaan bagi petani.

Diharapkan  ke depan para petani bisa menghasilkan karet yang bersih, sehingga kualitas karet akan lebih baik dan harga jualnya akan lebih tinggi. Petani juga bisa menggunakan bahan pembeku karet yang ramah lingkungan dan tidak berbahaya seperti cuka getah.

Berdasar kan keterangan Gapkindo, menurut dia, selama ini daya saing karet Indonesia di luar negeri bukan karena kualitasnya, tapi harganya yang lebih murah dari karet yang dihasilkan negara lain, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand yang saat ini juga telah men ggunakan bahan pembeku serupa.

Deorub diproduksi dari cangang buah sawit dan merupakanformulasi asap cair dan asam – asam organik yang mengandung senyawa fenol, yang dapat mencegah dan mematikan pertumbuhan bakteri, serta berfugsi sebagai antioksidan.

U ntuk memperoleh larutan deorub dilakukan pencampuran deorub satu bagian dengan air 19 bagian, sedangkan harganya lebih murah jika dibandingkan dengan harga cuka getah, per liternya hanya Rp12.000 atau setengah dari harga cuka getah.

Deorub merupakan hasi l temuan asli putra Indonesia, dan saat ini telah dipatenkan, baik di dalam maupun luar negeri, dan beberapa negara telah menggunakan bahan ini seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Sedangkan di dalam negeri telah digunakan di Sumatra Selatan dan Kalimantan Selatan, temuan ini juga telah mendapat pengakuan, sehingga Solikhin sebagai penemu menerima berb agai penghargaan.

 

PT. Antako Wisena

Komplek Puridemang Raya,
Blok F-18, Palembang
Sumatra Selatan, 30137
Indonesia

Telp. +62-851-0188-9088
+62-851-0331-3827
+62-811-714-327
Fax. +62-711-379-226

Yahoo Massenger